Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/aamcater/public_html/plugins/system/mobilebot.php on line 194 Adat & BusanaAam Catering & Wedding, Untuk Mendapatkan Perangkat Pesta, Catering dan Event Organizer...http://www.aamcatering.com/menuadat2012-05-21T05:45:23ZJoomla! 1.5 - Open Source Content ManagementKristalisasi Gaya Sriwijaya (Busana Pengantin Adat Melayu Sumatera Selatan)2011-12-05T06:00:41Z2011-12-05T06:00:41Zhttp://www.aamcatering.com/menuadat/73-kristalisasi-gaya-sriwijaya-busana-pengantin-adat-melayu-sumatera-selatanAdministratorariefmd@gmail.com<address> <img src="http://www.aamcatering.com/images/stories/lampung/Untitled-1.jpg" border="0" align="right" />Mendengar nama Sriwijaya mengingatkan kita pada masa keemasan kerajaan yang menguasai Semenanjung Malaya berabad silam. Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang telah menorehkan warna budaya tersendiri yang mencerminkan kejayaan Sriwijaya di kala itu. Nuansa warna keemasan dan sentuhan merah merona serta merah jambu (pink) yang gelamor elegan merupakan citra kerajaan Sriwijaya, juga terwujud dalam busana para raja yang kemudian ‘diterjemahkan’ sebagai busana pengantin. Berikut ini menampilkan busana-busana pengantin adat Palembang dan beberapa bagian wilayah Sumatera Selatan yang secara keseluruhan terinspirasi oleh kemegahan masa kerajaan Sriwijaya yang luar biasa indahnya.</address>
<h5>Pengantin Lahat</h5>
<p>Lahat merupakan salah satu bagian Kabupaten di Propinsi Sumatera Selatan, memiliki busana pengantin adat nan mewah dan indah. Warna keemasan kain songket, baju dan mahkota di kepala serta perlengkapan busana memancarkan keanggunan tiada tara. Bentuk mahkota ratu dan raja merupakan ciri tersendiri dari busana adat pengantin lahat.</p>
<h5>Pengantin Danau Ranau</h5>
<p>Keindahan Danau Ranau yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan juga menyimpan keelokan busana pengantin adat. Baju kurung merah merona bertabur bunga mawar keemasan, dipadu dengan songket bermotif bunga mawar bintang merupakan ciri khasnya. Mahkota keemasan bertabur permata dengan bentuk khas menghiasi kepala, dilengkapi dengan kembang goyang, kelapo standan, dan roncean bunga pada sisi kiri dan kanan. Gelang kano, kalung bersusun tiga dan anting panjang menampilkan pesona mewah dan megah.</p>
<address> <img src="http://www.aamcatering.com/images/stories/lampung/Untitled-1.jpg" border="0" align="right" />Mendengar nama Sriwijaya mengingatkan kita pada masa keemasan kerajaan yang menguasai Semenanjung Malaya berabad silam. Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang telah menorehkan warna budaya tersendiri yang mencerminkan kejayaan Sriwijaya di kala itu. Nuansa warna keemasan dan sentuhan merah merona serta merah jambu (pink) yang gelamor elegan merupakan citra kerajaan Sriwijaya, juga terwujud dalam busana para raja yang kemudian ‘diterjemahkan’ sebagai busana pengantin. Berikut ini menampilkan busana-busana pengantin adat Palembang dan beberapa bagian wilayah Sumatera Selatan yang secara keseluruhan terinspirasi oleh kemegahan masa kerajaan Sriwijaya yang luar biasa indahnya.</address>
<h5>Pengantin Lahat</h5>
<p>Lahat merupakan salah satu bagian Kabupaten di Propinsi Sumatera Selatan, memiliki busana pengantin adat nan mewah dan indah. Warna keemasan kain songket, baju dan mahkota di kepala serta perlengkapan busana memancarkan keanggunan tiada tara. Bentuk mahkota ratu dan raja merupakan ciri tersendiri dari busana adat pengantin lahat.</p>
<h5>Pengantin Danau Ranau</h5>
<p>Keindahan Danau Ranau yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan juga menyimpan keelokan busana pengantin adat. Baju kurung merah merona bertabur bunga mawar keemasan, dipadu dengan songket bermotif bunga mawar bintang merupakan ciri khasnya. Mahkota keemasan bertabur permata dengan bentuk khas menghiasi kepala, dilengkapi dengan kembang goyang, kelapo standan, dan roncean bunga pada sisi kiri dan kanan. Gelang kano, kalung bersusun tiga dan anting panjang menampilkan pesona mewah dan megah.</p>
Artikel Pernikahan Adat & Busana Jambi2011-03-18T05:17:42Z2011-03-18T05:17:42Zhttp://www.aamcatering.com/menuadat/72-jambiAdministratorariefmd@gmail.com<p><img src="http://www.aamcatering.com/images/stories/jambi/jambi1.jpg" border="0" align="right" /></p>
<p>Jambi adalah salah satu provinsi yang memiliki aneka ke-indahan alam dan adat istiadat, tentu tidaklah terlalu jauh berbeda dengan provinsi tetangga sebagai satu rumpun, termasuk juga busana pengantin-nya, adapun prosesi Pernikahan Adat anatara lain :</p>
<h6>Tahap Meminang/Melamar</h6>
<p>Sebelum jejaka melamar maka, pihak jejaka umumnya akan mengadakan pemanatuan (biasanya oleh tante tertua dari jejaka) terlebih dahulu terhadap calon permaisuri dan besan. Jika hasilnya sesuai dengan yang diharapkan maka keluarga jejeka dengan membawa sirih pinang, susu, kopi, gula, tepung terigu, dan sebagainya untuk melakukan acara lamaran. Jika lamaran diterima oleh pihak gadis (terjadi kesefahaman) maka diadakan acara “pertunangan”, untuk itu pihak jejaka/lelaki menyerahkan (1) Pakaian sepelulusan yang berupa bahan kebaya untuk akad, dan kain bawahan, bisa berupa batik atau songket. Terkadang juga dilengkapi selop dan dompet. (2) Cincin pengikat cincin ini hanya untuk dipakai wanita, bukan satu pasang. Karena, tukar cincin baru akan dilakukan saat akad nikah nanti, yang ke (3) Sirih Pinang berupa perlengkapan untuk makan sirih, berupa daun sirih, kapur sirih, tembakau, serta pinang, yang diletakkan di tempat sirih khusus sebagai “tando” (Upacara mengantar tando) hal ini dimaksudkan sebagai tanda bahwa sang gadis sudah punya ikatan dengan si jejaka.</p>
<p><img src="http://www.aamcatering.com/images/stories/jambi/jambi1.jpg" border="0" align="right" /></p>
<p>Jambi adalah salah satu provinsi yang memiliki aneka ke-indahan alam dan adat istiadat, tentu tidaklah terlalu jauh berbeda dengan provinsi tetangga sebagai satu rumpun, termasuk juga busana pengantin-nya, adapun prosesi Pernikahan Adat anatara lain :</p>
<h6>Tahap Meminang/Melamar</h6>
<p>Sebelum jejaka melamar maka, pihak jejaka umumnya akan mengadakan pemanatuan (biasanya oleh tante tertua dari jejaka) terlebih dahulu terhadap calon permaisuri dan besan. Jika hasilnya sesuai dengan yang diharapkan maka keluarga jejeka dengan membawa sirih pinang, susu, kopi, gula, tepung terigu, dan sebagainya untuk melakukan acara lamaran. Jika lamaran diterima oleh pihak gadis (terjadi kesefahaman) maka diadakan acara “pertunangan”, untuk itu pihak jejaka/lelaki menyerahkan (1) Pakaian sepelulusan yang berupa bahan kebaya untuk akad, dan kain bawahan, bisa berupa batik atau songket. Terkadang juga dilengkapi selop dan dompet. (2) Cincin pengikat cincin ini hanya untuk dipakai wanita, bukan satu pasang. Karena, tukar cincin baru akan dilakukan saat akad nikah nanti, yang ke (3) Sirih Pinang berupa perlengkapan untuk makan sirih, berupa daun sirih, kapur sirih, tembakau, serta pinang, yang diletakkan di tempat sirih khusus sebagai “tando” (Upacara mengantar tando) hal ini dimaksudkan sebagai tanda bahwa sang gadis sudah punya ikatan dengan si jejaka.</p>
Artikel Pernikahan Adat & Busana Aceh2011-03-18T04:21:10Z2011-03-18T04:21:10Zhttp://www.aamcatering.com/menuadat/71-acehAdministratorariefmd@gmail.com<p><img src="http://www.aamcatering.com/images/stories/aceh/picture1.jpg" border="0" width="134" height="202" style="float: right;" />Kekayaan provinsi paling ujung pulau Sumatera ini sungguh luar biasa, kekayaan sumber Alam (Gas Arun) dan ragam budaya. Terkenal dengan sebutan Serambi Mekah ini sangatlah pantas menjadi daerah Istimewa diantara provinsi yang lain . Dalam kesempatan ini (Ny. Cut Intan Ellyb Arby, Ny. Asjafar-mantan Ketum Tiara kesumah serta sumber-sumber yang lain) merangkum dan mempersembahkan rangkuman upacara adat pernikahan yang diantaranya adalah :</p>
<h5>1. PERSIAPAN DAN PEMBUKAAN</h5>
<p><strong>A. Jak Keumalen / Cah Roet ada dua cara, yaitu :</strong></p>
<ol>
<li>Langsung dilakukan oleh orang tua atau keluarga</li>
<li>Theulangka dilakukan dengan menggunakan utusan khusus</li>
</ol>
<p style="padding-left: 30px;">Maksud jak cah roet adalah sebagai tahap awal dalam menjajaki /merintis. Biasanya beberapa orang dari pihak jejaka, datang dan bersilaturahmi sambil memperhatikan , situasi rumah serta kebiasaan calon mempelai wanita/dara baro. Pada kesempatan ini pihak jejaka juga membawakan bungong jaroe atau bingkisan yang berupa makanan. Setelah adanya pendekatan. Keluarga calon mempelai pria/linto baro akan menanyakan apakah putrinya sudah ada yang punya atau belum, apabila mendapatkan jawaban dan sambutan baik dari pihak dara baro, maka dilanjutkan dengan jak lake /jak ba ranub</p>
<p><img src="http://www.aamcatering.com/images/stories/aceh/picture1.jpg" border="0" width="134" height="202" style="float: right;" />Kekayaan provinsi paling ujung pulau Sumatera ini sungguh luar biasa, kekayaan sumber Alam (Gas Arun) dan ragam budaya. Terkenal dengan sebutan Serambi Mekah ini sangatlah pantas menjadi daerah Istimewa diantara provinsi yang lain . Dalam kesempatan ini (Ny. Cut Intan Ellyb Arby, Ny. Asjafar-mantan Ketum Tiara kesumah serta sumber-sumber yang lain) merangkum dan mempersembahkan rangkuman upacara adat pernikahan yang diantaranya adalah :</p>
<h5>1. PERSIAPAN DAN PEMBUKAAN</h5>
<p><strong>A. Jak Keumalen / Cah Roet ada dua cara, yaitu :</strong></p>
<ol>
<li>Langsung dilakukan oleh orang tua atau keluarga</li>
<li>Theulangka dilakukan dengan menggunakan utusan khusus</li>
</ol>
<p style="padding-left: 30px;">Maksud jak cah roet adalah sebagai tahap awal dalam menjajaki /merintis. Biasanya beberapa orang dari pihak jejaka, datang dan bersilaturahmi sambil memperhatikan , situasi rumah serta kebiasaan calon mempelai wanita/dara baro. Pada kesempatan ini pihak jejaka juga membawakan bungong jaroe atau bingkisan yang berupa makanan. Setelah adanya pendekatan. Keluarga calon mempelai pria/linto baro akan menanyakan apakah putrinya sudah ada yang punya atau belum, apabila mendapatkan jawaban dan sambutan baik dari pihak dara baro, maka dilanjutkan dengan jak lake /jak ba ranub</p>