Kami berikan layanan terbaik untuk setiap event anda, jadikan momen terindah bersama kami.
header

Al Qur'an & Hadits

"Dan pergaulilah mereka para istri itu dengan makruf. Dan apabila kamu merasa benci kepada mereka, maka mungkin saja kamu membenci sesuatu sementara Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak" (QS. an-Nisa', 4:19)

Artikel Pernikahan Adat & Busana Jambi PDF Print E-mail

Jambi adalah salah satu provinsi yang memiliki aneka ke-indahan alam dan adat istiadat, tentu tidaklah terlalu jauh berbeda dengan provinsi tetangga sebagai satu rumpun, termasuk juga busana pengantin-nya, adapun prosesi Pernikahan Adat anatara lain :

Tahap Meminang/Melamar

Sebelum  jejaka  melamar maka, pihak jejaka  umumnya akan mengadakan pemanatuan (biasanya oleh tante tertua dari jejaka) terlebih dahulu terhadap  calon permaisuri dan besan.  Jika hasilnya sesuai dengan yang diharapkan maka keluarga jejeka  dengan membawa sirih pinang, susu, kopi, gula, tepung terigu, dan sebagainya untuk melakukan acara lamaran. Jika lamaran diterima oleh pihak gadis (terjadi kesefahaman) maka diadakan acara “pertunangan”, untuk itu pihak jejaka/lelaki menyerahkan (1) Pakaian sepelulusan yang berupa bahan kebaya untuk akad, dan kain bawahan, bisa berupa batik atau songket. Terkadang juga dilengkapi selop dan dompet. (2) Cincin pengikat cincin ini hanya untuk dipakai wanita, bukan satu pasang. Karena, tukar cincin baru akan dilakukan saat akad nikah nanti, yang ke (3) Sirih Pinang berupa perlengkapan untuk makan sirih, berupa daun sirih, kapur sirih, tembakau, serta pinang, yang diletakkan di tempat sirih khusus sebagai  “tando” (Upacara mengantar tando) hal ini dimaksudkan sebagai tanda bahwa sang gadis sudah punya ikatan dengan si jejaka.

Prosesi lamaran biasanya berupa seloko-seloko (seperti berbalas pantun) antar wakil keluarga terlebih dahulu, yang kira-kira isinya adalah menanyakan maksud dan tujuan keluarga laki laki bertamu ke keluarga wanita. Setelah itu, prosesi lamaran itu sendiri, berupa pemasangan cincin ke calon pengantin wanitanya. Kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama. Setelah selesai makan, maka dilakukan perundingan keluarga inti, dimana membicarakan tentang kelanjutan lamaran tadi, berupa, pembicaraan tanggal, adat dll. Pembicaraan yang dilakukan antara lain: Tanggal pernikahan. Apakah upacara pernikahan akan dilaksanakan sepanen jagung (3 bulan) sepanen padi (6 bulan) atau yang lain Adat yang digunakan. Apakah menggunakan pure adat jambi, atau ada campurannya lalu Seserahan. Apa saja hantaran yang akan diberikan keluarga laki laki.  Uang adat uang adat disini ada 2, yaitu uang adat, dan uang selemak semanis. Klo uang adat, biasanya kecil, berkisar 50-100 ribu saja, nah, uang selemak semanis ini yang cukup besar, disesuaikan dgn kemampuan keluarga laki laki. Uang selemak semanis ini, merupakan urunan atau membantu belanja untuk acara resepsi pernikahan nanti.

PERSIAPAN PERNIKAHAN

Dua malam menjelang hari “H”, masing-masing calon mempelai mempersiapkan diri untuk mengikuti prosesi  malam batangas, yaitu semacam mandi uap hal ini dimaksudkan untuk mengurangi keluarnya keringat pada upacara hari “H” nanti, selain itu juga calon mempelai wanita menjalani  malam berinai, memeriahkan kuku-kukunya dengan daun pacar.

UPACARA PERNIKAHAN

Umumnya berlangsung dikediaman wanita, diawali dengan penjemputan CMP (Calon Mempelai Pria)  kerumahnya, CMP disertai ortu, keluarga dan kerabat menuju rumah CMW (Calon Mempelai Wanita)   dengan iringan rebana dan pencak silat.  Sesampainya dirumah CMW, mereka ditaburi beras kuning kemudian CMP dipersilahkan duduk diatas kasur kecil/kain permadani untuk persiapan menghadap penghulu.  Sebelum prosesi Akad Nikah, CMW akan menunjukkan kemahirannya membaca Al-Qur’an.5

UPACARA SERAH TERIMA PENGANTEN

Dilaksanakan setelah Ijab Kabul, dengan diawali dengan datangnya beberapa utusan nenek mamak pihak si gadis dengan membawa berbagai barang ketempat mempelai pria, lalu dengan iringan musik rabana dan kompangan (alat musik khas Jambi) pengantin pria diarak menuju kediaman pengantin wanita, dengan di dampingi nenek mamak-nya menuju kamar pengantin wanita, pada saat itulah dicegat oleh keluarga pihak pengantin wanita (tahapan ini disebut membuka lanse)  sehingga terjadilah dialog secara spontan namun penuh dengan petatah-petitih yang mempunya makna yang sakral, setelah proses itu barulah kedua pengantin disandingkan diatas putro ratno  / pelaminan

TARI PERSEMBAHAN

Tari ini disajikan dalam rangka penyambutan tamu kehormatan, gerakan yang ditampilkan adalah gerakan berhias, dengan diawali dengan merias wajah juga ditampilkan gerak alam yang diambil dari gerak elang menari, keriti merentang sayap., lampam bakilek dan gerak tudung awan yang ditampilkan di ahir tari, sebagai pertanda hari sudah siang dan para tamu dipersilahkan duduk dengan terlebih dahulu menyuguhkan sekapur sirih dan setampuk pinang yang dibawakan oleh dua orang.

 

Note : Jika memerlukan Busana Adat dan Upacara adat Nusantara lainnya bisa email ke kami

Comments (1)
 

Find Us on Facebook



Follow Us on Twitter

Follow RiasAam on Twitter